Tantangan dan Peluang Bagi Masa Depan Peradaban Islam

A. Kekuatan Umat Islam
Perkembanagn yang terjadi saat itu sungguh luar biasa pesat. Berbagai macam penemuan-penemuan telah ditemukan di seluruh dunia, muali dari penemuan budaya, teknologi bahkan perkembangan ideology. Hal ini merupakan hal yang wajar karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang tidak pernah bisa berhenti untuk berjarya karena ia dikaruniai akal untuk berfikir.Namun demikian, seiring perkembanagn zaman tantangan umat Islam sungguh berat dalam menghadapi era ke modernitas ini, dimana umat Islam seperti ditimpuk dengan globaliasi, informasi, dan teknologi. Dengan kondisi seperti ini, maka umat Islam mempunyai modal atau kekuatan dala menghadapi peradaban, yaitu :

1. Tingginya Kemampuan Literasi.
salah satu warisan sebuah peradaban yang gemilang maka peradaban Islam menjadi peradaban masa depan yang ditopang oleh buku. Di samping menjadi sumber inspirasi bagi kemajuan Islam, buku juga menjadi ukuran sejauh mana sebuah peradaban dipandang maju. Para khalifah Islam pada masa lalu memahami benar hal ini. Pada abad ke-10, misalnya, di Andalusia saja terdapat 20 perpustakaan umum, Yang terkenal di antaranya adalah Perpustakaan Umum Cordova, yang saat itu memiliki tidak kurang dari 400 ribu judul buku. Ini termasuk jumlah yang luar biasa untuk ukuran zaman itu. Padahal empat abad setelahnya, dalam catatan Chatolique Encyclopedia, Perpustakaan Gereja Canterbury saja, yang terbilang paling lengkap pada abad ke-14, hanya miliki 1800 (1,8 ribu)  judul buku. Jumlah itu belum seberapa, apalagi jika dibandingkan dengan Perpustakaan Darul Hikmah di Kairo yang terkenal itu, yang mengoleksi tidak kurang 2 juta judul buku.

2. Lahirnya Banyak Ilmuwan Besar dan Karya-karya Fenomenal Mereka.
Dari perpustakaan-perpustakaan itulah dimulainya penerjemahan buku-buku, yang dilanjutkan dengan pengkajian dan pengembangan atas isi buku-buku tersebut. Dari sini pula sesungguhnya dimulainya kelahiran para ilmuwan dan cendekiawan Muslim yang kemudian melahirkan karya-karya yang amat mengagumkan, yang mereka sumbangkan demi kemajuan peradaban Islam saat itu. Bahkan tokoh-tokoh seperti Ibn Sina (terkenal di Barat sebagai Aveciena) ia adalah seorang pakar kedokteran. Ia meninggalkan sekitar 267 buku karyanya. Al-Qânûn fi al-Thibb adalah bukunya yang terkenal di bidang kedokteran.

3. Ukhuwah atau persaudaraan
Persaudaraan sesama muslim merupakan kunci utama kekuatan umat Islam, Orang beriman yang bersaudara itulah yang memperkuat umat islam dan yang persaudarakan umat islam adalah Allah. Inilah barang termahal, yaitu persatuan yang tidak bisa dibeli dengan harta sedunia terjadi kerukunan kebersamaan dan persatuan diantara umat Islam sehingga Allah kuatkan Islam.

4. Umat yang cinta toleransi
Hidup yang rukun, berdampingan dan saling menghargai telah ditunjukan oleh kebesaran jiwa islam pada periode madinah dan futtuh mekkah maupun pada saat kejayaan pemerintahan Islam di Andalusia. Masyarakat madani yang kita cita-citakan hanya dapat terwujud bila kita mengarah kepada ittihadul ummah, kemenangan islam yang mengalahkan kaum paganis musyrikin telah membuktikan satu tradisi bahwa di tangan daulah islamiyah masyarakat yang lain dapat hidup tentram berdampingan.

Prinsip-prinsip Islam ada lima, yaitu Syahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammmad Rasulullah; menegakkan Shalat; menunaikan zakat; puasa di bulan Ramadhan dan menunaikan haji bagi yang mampu. Kelima prinsip ini tidak ada satupun yang menghalangi kemajuan. Syahadat menganfkat martabat manusia, menegakkan shalat jelas membersihkan dan kemuliaan martabat manusia. Membayar zakat mendekatkan hubungan antara si kaya dan si miskin. Puasa di dalam bulan Ramadhan menanamkan pengertian betapa pedihnya orang yang hidup sengsara. Menunaikan ibadah haji merupakan mu’tamar bagi kaum muslimin. 
B.     Kelemahan Umat Islam
Selain mempunyai kekuatan, kondisi umat Islam saat ini juga penuh dengan kelemahan-kelemahan. Kelemahan-kelemahan itu terkait dengan kapasitas intelektual dan problematika moral. Kelemahan dalam k  apasitas intelektual (Al Jahlu) sebagai berikut, yaitu:

a.       Dho’fut Tarbiyah (lemah dalam pendidikan)
 Kelemahan dalam aspek pendidikan formal dan informal (pengkaderan) sangat dirasakan oleh umat Islam masa kini. Jika pendidikan juga pembinaan dan pengkaderan lemah maka akan mustahil melahirkan anasir-anasir dalam nadhatul umat (kebangkitan umat).

b.      Dho’fut Tsaqofah (lemah dalam ilmu pengetahuan)
Dewasa ini sedang sangat pesat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi umat Islam terasa tertinggal bila dibandingkan umat yang lainnya, ini disebabkan karena wawasan umat Islam yang sempit dan terbatas juga lemah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan ini disebabkan kemauan umat untuk menuntut ilmu sangat rendah.

c.        Dho’fut Takhthith (lemah dalam perencanaan-perencanaan)
Umat Islam sekarang ini tidak memiliki strategi yang jelas. Rencana perjuangannya penuh dengan misteri. Hal tersebut disebabkan umat Islam tidak diproduk dari pembinaan-pembinaan yang baik dan tidak memiliki wawasan ilmu pengetahuan yang memadai.

d.      Dho’fut Tanjim (lemah dalam pengorganisasian)
Sekarang ini terjadi gerakan-gerakan yang mengibarkan bendera kebathilan, mereka membangun pengorganisasian yang solid sementara umat Islam lemah dalam pengorganisasian sehingga kebathilan akn diatas angin sedangkan umat Islam akan menjadi pihak yang kalah. Sesuai perkataan khalifah Ali ra “Kebenaran tanpa sistem yang baik akan dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisasi dengan baik”.

e.       Dho’ful Amniyah (lemah dalam keamanan)
Masa kini umat Islam lengah dalam menjaga keamanan diri dan kekayaan baik moril dan materil sehingga negeri-negeri muslim yang kaya akan sumber daya alam dirampok oleh negeri-negeri non muslim. Begitu pula dengan Iman, umat lslam tidak lagi menjaganya tidak ada amniyah pada aqidah dan dibiarkan serbuan-serbuan aqidah datang tanpa ada proteksi yang memadai.

f.       Dho’fut Tanfidz (lemah dalam memobilisasi potensi-potensi diri)
Umat Islam dewasa ini tidak menyadari bahwa begitu banyak nikmat-nikmat yang Allah SWT berikan dan tidak mensyukurinya. Jika umat Islam mersyukuri segala nikmat Allah dari bentuk syukur itu akan muncul kuatut tanfidz yaitu kekuatan untuk memobilisir diri dan sekarang umat Islam lemah sekali dalam memobolisir diri apalagi memobilisir secara kolektifitas.

Sedangkan kelemahan dalam problematika moral (Maradun Nafs) yang umat islam hadapi saat ini ialah sebagai berikut,

a.       Adamus Saja’ah (hilangnya keberanian)
Umat Islam tidak seperti dahulu yang berprinsip laa marhuba illalah (tiada yang ditakuti selain Allah) sehingga tidak memiliki keberanian seperti orang-orang terdahulu yakni Rasulullah dan para sahabatnya yang terkenal pemberani. Sekarang ini umat Islam mengalami penyakit Al Juban (pengecut). Rasa takut dan berani itu berbanding terbalik sehingga jika seorang umat Islam takut kepada Allah maka ia akan berani kepada selain Allah tetapi sebaliknya jika ia takut kepada selain Allah maka ia akan berani menentang aturan-aturan Allah SWT.

b.      Adamus Sabat (hilangnya sikap teguh pendirian)
Umat Islam mulai memperlihatkan mudah mengalami penyimpangan-penyimpangan dan perjalanan hidupnya karena disebabkan oleh :
1.      termakan oleh rayuan-rayuan
2.      terserang oleh intimidasi atau teror-teror.
Salah satu illutrasi hilangnya sabat (keteguhan) ini adalah prinsif-prinsif hidup kaum muslimin tidak lagi dipegang hanya sering diucapkan tanpa dipraktekan. Sebagai contoh Islam mengajarkan kebersihan sebagian dari Iman tetapi di negari-negeri kaum muslim kondisinya tidak bersih menjadi pemandangan pada umumnya.

c.       Adamut Dzikriyah (hilangnya semangat untuk mengingat Allah)
Dalam Islam lupa diri sebab utamanya ialah karena lupa kepada Allah. Umat Islam dzikirullah-nya lemah maka mereka kehilangan identitas mereka sendiri sebagai Al Muslimum. Sebagaimana Allah berfirman dalam Qs. Al Hasyr ayat 19 “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik”.

d.      Adamus Sabr (hilangnya kesabaran)
Kesabaran merupakan salah satu pertolongan yang paling pokok bagi keberhasilan seorang muslim, sesuai firman Allah Qs.2:153 “Hai orang-orang beriman mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”.
Kesabaran meliputi:
1.     Ashabru bitha’at (sabar dalam ketaatan)
2.     Ashabru indal mushibah (sabar ketika tertimpa musibah)
3.     Ashabru anil ma’siat (sabar ketika menghadapi maksiat)
Sebagai umat Islam harus memiliki kesabaran ketiganya.

e.       Adamul Ikhlas (hilangnya makna ikhlas)
Ikhlas tidak identik dengan tulus. Tulus artinya melakukan sesuatu tanpa perasaan terpaksa padahal bisa saja orang itu ikhlas walaupun ada perasaan terpaksa. Contohnya pada seseorang yang melakukan shalat subuh yang baru saja jaga malam sehingga sangat terasa kantuk tetapi karena shalat adalah suatu kewajiban perintah Allah swt ia tetap mengerjakannya dsb.

f.       Adamul Iltizam (hilangnya komitmen)
Dewasa ini kaum muslimin kebanyakan tidak istiqomah berkomitmen terhadap Islam bahkan tidak sepenuhnya sadar bahwa Islam harus menjadi pengikat utama dalam hidupnya sehingga mereka banyak menggunakan isme-isme yang lain.

Tantangan Umat Islam
Islam sebagai Ad-Dyn, sebenarnya telah memberikan ruang yang cukup luas untuk pemecahan-pemecahan masalah ini, baik dalam bentuk “etis” maupun dalam bentuk “system”. Masalah yang sebanrnya bukan pada agamanya, tetapi pada kualitatif umat Islam, suatu kumpulan manusia yang sebanyak itu belum semua menampilkan potensi riilnya. Malah banyak diantaranya yang dikenal sebagai mayoritas disuatu Negara, tetapi mayoritasnya masih  terbatas pada “numerical majority (mayoritas angka), dan pada hakikatnya masih tetap dalam (energetical minority) minoritas dalam kekuatan. Hal ini disebabkan diantaranya sebagai berikut:
a. Kurangnya pemahaman terhadap hakikat ajaran Islam sendiri. Pada hakikatnya sangat jelas Islam memperhatikan tentang peradaban Ilmu pengetahuan, dapat dilihati dari lima ayat pertama wahyu turun. Kelima ayat ini membahas tentang pentingnya Ilmu, dan bukan hanya pada ayat-ayat ini saja. Di dalam ayat lain pun juga dijelaskan bahkan diperkuat dengan hadit-hadits.
b. Melemahnya semangat dan idealism umat Islam.
c. Dakwah Islamiyah yang kehilangan aktualitasnya.

Selanjutnya, belakangan ini umat Islam sedang diguncang oleh banyak isu, baik dalam skala nasional maupun internasional. Polemik tentang peran agama di Indonesia seakan tidak ada hentinya. Terlebih lagi, jika menyangkut sebuah kepercayaan yang pemeluknya adalah mayoritas dari warga bangsa. Sikap saling berbantahan akan menguras energi masing-masing kelompok untuk menunjukkan bahwa pahamnyalah yang paling benar. Tanpa disadari, musuh-musuh Islam akan tertawa melihat fenomena tragis ini. Maka dari itu, saat ini Islam mendapatkan banyak tantangan dari berbagai isu yang beredar tersebut. Berikut ini adalah  beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh umat Islam, yaitu: 
1. Pernikahan Beda Agama
 Di penghujung tahun lalu, Indonesia digegerkan lagi dengan persoalan menikah lintas agama. Sebenarnya polemik tersebut sudah terjawab dalam UU nomor 1 tahun 1974 yang menyebutkan pada pasal 2 ayat (1), "Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya itu." Jika ada agama yang mengharamkannya, maka tidak sah. Hal itu berlaku bukan hanya pada Islam. Namun, ketegasan pemerintah masih belum terlihat sehingga terdapat celah untuk menikah beda agama di luar negeri karena Kantor Catatan Sipil tetap dapat mencatat pernikahan beda agama di luar negeri. Hukum pernikahan beda agama atau biasa juga dikenal dengan pernikahan lintas agama selalu menjadi polemik yang cukup kontroversial dalam masyarakat, khususnya negara yang memiliki berbagai macam penduduk dengan agama yang berbeda-beda.

2. Toleransi Agama yang Kebablasan
Toleransi adalah konsep moderat untuk menggambarkan sikap saling menghormati dan saling bekerja sama di antara komponen-komponen masyarakat yang berbeda. Baik beda agama, suku bangsa, etnis, bahasa, budaya, maupun politik. Dalam toleransi beragama harus dipahami hanya sebagai bentuk pengakuan kita akan adanya agama-agama lain selain agama kita dalam bentuk system, tata cara peribadatannya dan memberikan kebebasan mereka untuk menjalankan keyakinan agama mereka masing-masing. Bukan berarti kita harus mengikuti apa yang mereka lakukan dalam agama mereka, terutama dalam hal akidah karena hukumnya adalah haram bagi kita umat islam.
 3. Banyaknya muncul paham-paham baru dalam islam yang menyebabkan pertentangan dan perpecahan dalam umat islam. 
4. Berkembang pesatnya agama Islam di seluruh dunia namun belum bersatunya negara-negara islam sehingga belum terkumpul kekuatan yang besar dalam islam.
5. Seiring dengan berkembangnya kemajuan teknologi barat, nilai-nilai agama berangsur-angsur mulai bergeser. Umat Islam harus konsisten mengikuti jalan yang lurus sebagaimana ditetapkan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Selain itu, harus waspada terhadap jalan-jalan lain yang dipromosikan dan dipropagandakan orang yang tidak suka dengan Islam, meskipun dari lisannya mungkin meluncur kalimat-kalimat pemanis. Masih banyak lagi masalah yang timbul (dan berpotensi timbul) ke permukaan. Saat ini, Indonesia bahkan dunia sangat membutuhkan soliditas kaum Muslimin. Tanpa persatuan yang teguh dan semangat untuk saling membantu, umat Islam akan kembali dijajah dalam berbagai aspek kehidupan.

B. Peluang Umat Islam
 Pada zaman yang semakin berkembang ini banyak tantangan – tantangan yang dihadapi oleh umat islam dari berbagai bidang. Namun, dibalik tantangan – tantangan yang dihadapi, dapat kita temukan beberapa peluang yang dapa tmemajukan umat islam. Beberapa contoh peluang tersebut adalah sebagai berikut :
1. Semua Ilmu Pengetahuan Sudah Tertera di dalam Al  – Quran
 Seharusnya umat Islam itu memiliki peluang yang sangat besar untuk menguasai ilmu  pengetahuan dan teknologi, karena semua ilmu pengetahuan jelas sudah tertera di dalam Al Quran. Al Quran yang diwahyukan oleh Allah kepada Nabi Muhammad bertujuan untuk menjadi pedoman hidup manusia. Oleh karena itu umat Islam tak boleh tertinggal dalam hak  penguasaan teknologi, namun perlu diingat pula umat islam juga jangan sampai meninggalkan Al Quran.
2. Berkembangnya Ekonomi Syariah
 Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia dalam satu dekade terakhir ini  berkembang pesat dan semakin menarik. Pasca 1998, bank-bank umum berbasis sistem syariah mulai tumbuh. Kini, ada kurang lebih sekitar 10 bank umum syariah di Indonesia. Belum lagi, ditambah dengan puluhan bank perkreditan syariah di berbagai wilayah. Menariknya lagi, pertumbuhan perbankan syariah diikuti juga dengan asuransi syariah,  pegadaian syariah, koperasi syariah, BMT/jasa keuangan syariah dan pasar modal syariah.Begitu pula dengan perkembangan sektor zakat dan wakaf sebagai salah satu pilar ekonomi Islam. Kesadaran sebagian umat Islam untuk menunaikan zakat dan wakaf semakin  besar. Apalagi, baru-baru ini Presiden SBY me-launching wakaf tunai. Fenomena tersebut membuktikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki kesadaran untuk menerapkan syariat Islam dalam bidang ekonomi.
3. Lebih Mudah dalam Melakukan Dakwah
 Berbicara dakwah memang selalu identik dengan seorang ustadz yang sedang khutbah di atas mimbar. Dihadiri oleh para mustami atau jamaah dan dilaksanakan di masjid. Itulah  pandangan dari seorang yang awam akan hakikat dakwah yang sebenarnya. Jika kita  perhatikan, batasan dakwah itu tidak terbatas oleh tempat dan metode. Dakwah bisa dilakukan dimana saja, kapan saja, dan dengan cara apa saja, selama tidak menyimpang dari koridor yang sewajarnya. Oleh karena itu, cakupan dakwah memiliki arti yang luas dan metode yang tak terbatas. Semua cara bisa kita lakukan dengan tidak merubah dari substansinya. Salah satunya dengan memanpaatkan media massa yang berkembang saat ini. Seperti dakwah dengan menggunakan media-media digital, seperti ceramah pengajian yang disimpan di computer  berupa Mp3, video, dan sebagainya. Dengan demikian, maka isi pengajian tidak akan mudah hilang. Jika kita lupa atau mau mendengarkan kembali maka tinggal di play saja. Semuanya menjadi mudah dan praktis. Lebih jauh lagi, sekarang telah beredar Al-Quran digital, hadist digital, dan buku-buku islami digital. Semuanya dibuat untuk memudahkan kita dalam memahami ajaran-ajaran agama. Misalnya, ketika kita akan mencari suatu tema dalam Al-Quran maka kita tidak mesti membuka lembar perlembar. Tetapi kita tinggal langsung masukkan kata kuncinya maka Al-Quran digital tersebut akan memunculkan hasilnya. Selain itu, dalam Al-Quran digital juga diisi dengan audionya. Sehingga kita bisa membaca sekaligus mendengarkan bacaannya. Atas dasar itu, maka tidak ada salahnya jika kita mulai melirik dan menggunakan media-media ini untuk kepentingan dakwah dengan tidak meninggalkan tradisi mengaji di masjid secara berjamaah. Tetapi media ini digunakan sebagai sarana penambah dan  pelengkap untuk berdakwah.

Jika kita memperhatikan potensi Islam baik dalam Vitalitas, totalitas, dan universalitas Islam yang dibutuhkan masyarakat manusia sekarang dan masa mendatang. Kiranya ada harapan tenang dalam cakralawa Dunia Islam. Sitem yang dimiliki oleh Islam dapat diharapkan menjadi alternatife paling baik dari lainnya yang sudah terasa dalam kepengapan. Hal ini dapat ditambah lagi dengan letak strategis kwasan Islam mulai dari selat Bosporus sampai kepulauan Indonesia dalam lintasan menggalang potensi umat.
Islam pada masa sekarang dan mendatang, mendapatkan peluang untuk tampil sebagai agama yang dapat memberikan konsep-konsep pemecahan kemelut global dunia modern ini. Namun umat Islam belum menemukan kualitas diri yang dapat mengangkat pamornya sebagai kekuatan dunia, yang dengan kecerahan dan keramahannya menyuguhkan konsepsinya sebagai agama pamungkas.
Memang sedang terjadi fatwah baina wa al-muslimin, ada kesenjangan dalam dunia Isla, antara agama Islam dan umatnya. Untuk izzu al-Islam wa al Muslimin, dituntut langkah-langkah strategis dalam usaha meningkatkan mutu atau kualitas umat Islam.

C. Strategi Organisasi Sosial Keagamaan dan Politik dalam Membangun Peradaban Islam
Dapat kita ketahui bahwa politik Indonesia tidak pernah luput dari perjuangan para tikoh-tokoh muslim serta organisasi yang memiliki peranan penting dalam mengajarkan dan  menyebarkan paham berpolitik dengan berpegang teguh pada ajaran islam, dan inilah  beberapa tokoh dan organisasi yang mendedikasikan kepada pembangunan politik di indonesia, yaitu: 

1. Muhamadiyah
 Didirikan oleh KH, Ahmad Dahlan pada tahun 1912. Umat islam sedang dalam kondisi yang sangat terpuruk. bersama seluruh bangsa Indonesia mereka terbelakang dengan tingkat  pendidikan yang sangat rendah kemakmuran dan ekonomi yang parah serta kemampuan  politis yang tidak berdaya. Lebih memperhatinkan lagi identitas keislaman merupakan salah satu poin negatif kehidupan umat. Islam waktu itu identik dengan profil kaum santri yang selalu mengurusi kehidupan akhirat sementara tidak tahu dan tidak mau tahu dengan  perkembangan zaman sementara lembaga organisasi keagamaan juga masih berkelut dengan urusan yang tidak banyak bersentuh dengan dinamika realitas sosial apalagi berusaha untuk memajukan. Prinsip utama gerakan Muhammadiyah merupakan hasil pemahaman terhadap ajaran islam yang termaksub dalam al-qur’an dan sunnah hasil pemahaman demikian dirumuskan sebagai pola kelakuan perjuangan muhammadiyah yang kemudian mendorong memberi arah dan bentuk setiap aktifitas Muhammadiyah. keseluruhan dari prinsip perjuangan Muhammadiyah dapat dikelompokan menjadi lima prinsip yaitu :
1. Prinsip gerakan islam
 2. Prinsip gerakan sosial
3. Prinsip gerakan dakwah
4. Prinsip gerakan ilmu
5. Prinsip gerakan tajdid
KH, Ahmad Dahlan juga melihat perlunya dilakukan pembaharuan system pendidikan islam dari pesantren menjadi system pendidikan modern, karena itu tidak mengherankan jika berdirinya muhammadiyah diawali dengan “pendiri sekolah islam, yakni gabungan antara pendidikan umum dengan system madrasah, dirumah sendiri, dikampung kaum yogyakarta melalui lembaga pendidikan inilah pendiri Muhammadiyah ini mencoba merealisasikan gagasannya untuk menjadi organisasi sosial keagamaan berlebel Reformasi.”
 Maka dari itulah lima prinsip muhamadiyah dijadikan sebagai hubungan sistematis yang dijadikan  prioritas dalam menjalankan aktivitas berdasarkan satu prinsip bahkan semua prinsip sekaligus. Kehadiran sebuah organisasi sosial keagamaan dipandang sebagai suatu kemajuan dikalangan umat islam. Hal itu merupakan tradisi keagamaan yang dipengaruhi oleh budaya keraton dan sinkretis. Sehingga menyebabkan KH, Ahmad Dhlan memilih pembaharuan sebagai upaya memurnikan ajaran islam dengan cara mengembalikannya kepada dua sumber utama yaitu; Al-Qur’an dan As-sunnah.
Sejak muhamadiyah berdiri secara “bernawitu” menjadi sebuah gerakan islam yang  berpegang teguh terhadap ajaran Allah swt, Al-quran maupun Rasullulah. Hal ini dibalutkan dalam pemikiran modern sehingga menumbuhkan cara hidup yang dinamik, rasional, dan individual serta gaya hidup kota yang duniawi dan mampu mengkombinasikan pola dan metode organisasi barat yang modern dengan prinsip dan nilai islam mempunyai kepercayaan  pada diri sendiri. Adapun dinamika demokrasi politik kebangsaan dan orientasi pada idea masyrakat madani di masa depan. Peran muhammadiyah dapat dilihat dari kemampuan gerakan menempatkan diri sebagai pencerah sebagai etos gerakannya. Dan hal inilah yang sebuah  pesan yang telah diperbaharui oleh Kh, Ahmad Dahlan. Sehingga kini muhamadiyah mampu menyerap berbagai pusat keunggulan pada masanya. Gerakan itu dapat dilihat setelah mengalami perubahan formalisasi atas  pembaharuannya dalam berbagai lembaga dan terutama sesudah pengembangan Tarjih sebagai lembaga fatwa hukum fikih. Setelah Kh, Ahmad Dahlan wafat muhammadiyah mengalami kemajuan yang identik dengan tajrih yang diartikan sebagai lembaga fatwa syariah (fiqih). Formalisasi itu menjadi lebih hebat setelah muhammadiyah menunjukan ketertarikannya terhadap kekuasaan dan permainan politik setelah kemerdekaan indonesia 1945 dan bertepatan dengan berdirinya masyumi. Hal ini pun didasari oleh kekaguman terhadap keberhasalan Kh, Ahmad dahlan dalam membangkitkan semangat sosial dan kebudayaan pemeluk islam.

2. Persis (Persatuan Islam)
 Persatuan islam merupakan organisasi yang berlabel modernis lahirnya persatuan islam di telah memberi warna baru bagi sejarah peradaban islam di Indonesia. Kemunculan Persis didasari oleh keinginan masyarakat pada pembentukan pendidikan islam. Maka dari itulah pendidikan islam otomatis mengikuti perkembangan tersebut sehingga lahirnya organisasi islam termaksud Persis. Persis merupakan organisasi yang bergerak dalam pendidikan, dakwah dan sosial kemasyarakatan yang sesuai dengan tuntunan Al-
Qur’an dan Hadis. Seperti rencana jihad atau program kerja Persis adalah mendidik dan membina para anggotanya agar mengajarkan  pendidikan untuk menanamkan, memperdalam dan mengokohkan pengertian akidah, ibadah, muamalah dan akhlak islam. Keberhasilan persis tidak luput dari peran penting tokoh yang telah mengharumkan nama persis dengan pengajaran dan dakwahnya salah satunya itu berkat Ahmad Hasan yang merupakan seorang pemikir islam yang sangat menyukai diskusi. Bahkan sejarah telah mencatat bahwa Ahmad Hassan sering melakukan diskusi kritis bersama Presiden Soekarno tentang berbagai hal yang salah satunya adalah diskusi tentang konsep Negara bangsa. Diantara tokoh Persis yang berperan besar dalam mengajaran dan dakwah adalah Ahmad Hassan. Beliau dipandang sebagai guru besar persatuan islam. Ahmad Hassan adalah ilmuwan Persis, seorang mujtahid dan sosok ulama yang mandiri dan serba bisa. Sejak tahun 1924, Persis telah menyelenggarakan kelas pendidikan akidah dan ibadah bagi orang dewasa. Lembaga pendidikan itu kemudian semakin berkembang sejak Ahmad Hassan masuk dalam Persis pada tahun 1926. Perkembangan di Persis tidak hanya terjadi pada pendidikan tetapi di  bidang literasi dan publikasi seperti pencetakan buku-buku dan majalah juga berkembang  pesat. Dalam pandangan Ahmad Hasan sendiri mengenai politik merupakan alat untuk mencapai cita-cita umat islam. Politik juga merupakan bagian dari tugas agama dan lebih  jauh Ahmad Hassan menjelaskan bahwa agama tidak terbatas pada akidah dan ibadah, tetapi  berjuang dalam medan politik agar mencapai kemenangan ideologi islam. Maka dari situlah Ahmad Hasan mengunakan metode pendakwahan dan pengajaran dalam melangsungkan  pemikiran berpolitiknya. Adapun persis sendiri dalam menghadapi politik setelah kemerdekaan tidak semulus yang seperti pemikiran Ahmad Hasan. Pada masa ini persis dihadapkan pada pergolakan  politik yang belum stabil. pemerintah republik Indonesia seperti mulai tergiring kearah demokrasi terpimpin yang di rancangkan oleh presiden Soekarno dan mengarah pada  pembentuk negara dan masyarakat dengan ideologi Nasionalis, agama, komonis (NASAKOM.) setelah beberapa kali pergantian pemimpin persis dihadapkan pada berbagai  persoalan eksternal dengan munculnya berbagai aliran keagamaan yang menyesatkan seperti aliran pembaharu isa bugis, islam jama’ah, darul hadist, inkarus sunnah, syi’ah, ahmadiya
h dan faham sesat lainnya. Hal ini menimbulkan proses regenerasi dari tokoh-tokoh persis kepada eksponen organisasi otonom kepemudaan (pemuda persis).

3. Nahdatul Ulama
  Nahdatul Ulama lahir di surabaya, organisasi diperkasai oleh sejumlah ulama terkemuka. Arti dari organisasi ini adalah kebangkitan para ulama. Nahdatul ulama (NU) didirikan untuk menampung gagasan keagamaan para ulama tradisional atau sebagai reaksi atas prestasi ideologi gerakan modernisme islam yang mengusung gagasan purifikasi . Organisasi masyarakat Islam ini telah memberikan sumbangsih besar terhadap bangsa dan negara Indonesia. Sebagai organisasi kerakyatan dalam sejarahnya, NU telah banyak berdialog dengan kultural bangsa. Bagi Nahdatul ulama berjuang di jalan agama adalah prioritas, dan membuat agama itu diterima semua kalangan juga prioritas. Inilah inti ajaran NU, amar ma’ruf nahi munkar . Menurut Kacung Marijan, upaya itu pada ahirnya akan mendorong tumbuh dan berkembangnya “organisasi kemasyarakatan yang lebih mandiri dan mampu melaksanakan fungsinya sebagai sarana masyarakat untuk berserikat, menyalurkan aspirasi serta  berpartisipasi dalam pembangunan.”.
Upaya Nahdatul Ulama dalam berpoitik dapat dilihat dengan cara memperkuat civil society yang sesunguhnya adalah impelemntasi dari nilai-nilai keislaman. maka dari itu NU dituntut harus inovatif termaksud mengawal aspirasi masyarakat terhadap pemerintah. Dalam hubungan dengan pemeritah Nahdatul ulama menjalankan fungsi kontrol sosial, memberikan kritik yang membangun terhadap pemerintah. Sebagai basic kekuatan sipil dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

4. Masyumi
 Masyumi terbentuk setelah serangkaian diskusi mengenai masa depan politik Islam, timbul gagasan untuk mendirikan organisasi politik. Pada Oktober 1945, sebuah komite dikepalai Natsir dibentuk untuk merealisasikan rencana tersebut. Tak lama, Wakil Presiden Mohammad Hatta mengeluarkan Maklumat No X tentang anjuran membentuk partai-partai  politik. Kongres memutuskan pembentukan satu-satunya partai politik yang menyalurkan aspirasi politik umat Islam. Peserta kongres memilih nama Masyumi bukan karena merujuk  pada Majelis Syuro Muslimin Indonesia di masa Jepang. Dan dipertimbangkan nama lain yang diusulkan, Partai Rakyat Islam. Sukiman Wirjosandjojo selaku ketua kongres akhirnya terpilih sebagai ketua umum.Sebagaimana disebutkan dalam Anggaran Dasar, Masyumi memiliki tujuan: terlaksananya ajaran dan hukum Islam dalam kehidupan orang-seorang, masyarakat,dan negara Republik Indonesia,menuju keridhaan Illahi. Secara sistematika politik yang dibentuk masyumi adalah sebagai politik yang tidak terlepas dari fungsi-fungsi lain seperti artikulasi kepentingan, seleksi kepentingan dan komunikasi politik. Dan secara implisit upaya pendidikan politik masyumi adalah usaha untuk mencapai tujuan dengan cara memperluas pengetahuan kecakapan umat islam indonesia dalam  perjuangan politik. Adapu n perjuangan politik Masyumi yang paling kuat adalah perjuangan ideologis untuk menghadapi komunis yang diperjuangkan oleh PKI berdasarkan teori-teori Marx, Engles Lenin, Stalin dan Mao Tse Tung. Keyakinan masyumi sebagai propaganda ideologi yang bisa menyesatkan adalah PKI. Yang disebarkan melalui media cetak seperti Marxise

Comments