Pancasila Sebagai Ideologi
A. Pengertian Ideologi
B. Pengertian Ideologi Pancasila
C. Makna Ideologi Bagi Suatu Negara
Istilah Ideologi itu berasal dari bahasa Yunani, terdiri atas dua kata, yaitu "idea" dan "logi". Idea itu berarti melihat, sedangkan logi itu berasal dari kata "logos" yang berarti pengetahuan atau teori. Jadi, ideologi bisa diartikan sebagai hasil penemuan dalam pikiran berupa pengetahuan atau juga teori.
Ideologi terbagi dua yaitu ideologi secara fungsional dan ideologi secara struktural. Ideologi secara fungsional adalah seperangkat gagasan tentang kebaikan bersama atau tentang masyarakat dan negara yang dianggap paling baik. Ideologi secara fungsional terbagi menjadi dua yaitu ideologi yang doktoriner dan ideologi yang pragmatis. Ideologi yang doktoriter bagaimana ajaran-ajaran yang terkandung di dalam ideologi itu dirumuskan secara sistematis adan pelaksananya diawasi secara ketat oleh aparat partai atau aparat pemerintahan. contohnya adalah komunisme. Sedangkan ideologi pragmatis apabila ajaran-ajaran yang terkandung di dalam ideologi tersebut tidak dirumuskan secara sistematis dan terinci. Ideologi itu disosialisasikan secara fungsional. Contohnya melalui kehidupan keluarga, sistem pendidikan, sistem ekonomi, kehidupan agama, dan sistem politik. Sedangkan ideologi secara struktural diartikan sebagai sistem pembenaran, seperti gagasan dan formula politik atas setiap kebijakan dan tindakan yang diambil oleh penguasa.
Pengetian Ideologi menurut para ahli:
- Menurut Alfian, ideologi adalah suatu pandangan atau sistem nilai yang menyeluruh dan mendalam tentang bagaimana cara yang sebaiknya, yaitu secara moral dianggap benar dan adil, mengatur tingkah laku bersama dalam berbagai segi kehidupan.
- Menurut C.C. Rodee yang menyatakan bahwa ideologi adalah sekumpulan yang secara logis berkaitan dan mengidentifikasikan nilai-nilai yang memberi keabsahan bagi intuisi dan pelakunya.
- Menurut Gunawan Setiardjo Ideologi adalah kumpulan ide, gagasan, atau akidah yang melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan.
Dari pendapat pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Ideologi adalah kumpulan gagasan-gagasan, ide-ide, keyakinan-keyakinan, yang menyeluruh dan sistematis, yang menyangkut berbagai bidang kehidupan manusia.
Ideologi adalah kumpulan gagasan-gagasan, ide-ide, keyakinan-keyakinan, yang menyeluruh dan sistematis, yang menyangkut berbagai bidang kehidupan manusia. Sedangkan Pancasila adalah dasar Negara Indonesia yang menjadi tonggak bangsa dalam berbagai macam segi kehidupan. Jadi dapat disimpulkan bahwa Ideologi Pancasila merupakan nilai-nilai luhur budaya dan religius bagi bangsa Indonesia yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila, dengan kata lain Pancasila sebagai ideologi negara dan bangsa Indonesia yang merupakan pandangan hidup seluruh rakyat Indonesia.
Secara luas, pengertian Pancasila sebagai ideologi Negara Indonesia adalah visi atau arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ialah terwujudnya kehidupan yang menjunjung tinggi ketuhanan, nilai kemanusiaan, kesadaran akan kesatuan berkerakyatan serta menjunjung tinggi nilai keadilan. Sehingga fungsi Pancasila sebagai Ideologi Negara Indonesia adalah sarana pemersatu masyarakat, yang dapat dijadikan prosedur penyelesaian konflik, dapat kita telusuri dari gagasan para pendiri negara Indonesia tentang pentingnya mencari nilai-nilai bersama yang dapat mempersatukan berbagai golongan masyarakat di Indonesia.
C. Makna Ideologi Bagi Suatu Negara
Bagi suatu negara, ideologi merupakan sesuatu yang berfungsi sebagai pandangan hidup dan petunjuk arah semua kegiatan hidup serta penghidupan suatu bangsa di berbagai aspek kehidupan masyarakat, bangsa atau negara. Arti penting Ideologi adalah sebagai berikut:
- Negara mampu membangkitkan kesadaran akan kemerdekaan , memberikan orientasi mengenai dunia beserta isinya, serta membangkitkan motivasi perjuangan untuk mencapai apa yang dicita-citakan.
- Dengan ideologi nasionalnya, suatu bangsa dan negara dapat berdiri kokoh dan tidak mudah terombang-ambing oleh pengaruh ideologi lain serta mampu menghadapi persoalan-persoalan yang ada.
- Ideologi memberika arah dan tujuan yang jelas menuju kehidupan yang dicita-citakan. Ideologi yang dipahami, dihayati, dan diamalkan oleh seluruh rakyat dapat mewujudkan persatuan dan kesatuan demi kelangsungan hidupnya.
- Ideologi dapat mempersatukan orang dari berbagai golongan, ras, suku, dan agama, bahkan dari berbagai ideologi.
- Ideologi dapat mempersatukan orang daru berbagai agama.
- Ideologi mampu mengatasi konflik atau ketegangan sosial.
D. Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
Gagasan mengenai Pancasila ideologi terbuka mulai berkembang sejak tahun 1985, tetapi semangatnya sudah tumbuh sejak Pancasila itu ditetapkan sebagai dasar Negara. Sebagai ideologi, Pancasila menjadi pedoman dan acuan kita dalam menjalankan aktivitas di segala bidang, sehingga sifatnya harus terbuka, luwes, dan fleksibel dan tidak tertutup, kaku yang akan membuatnya ketinggalan zaman.
Yang dimaksud dengan Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah Pancasila merupakan ideologi yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa pengubahan nilai dasarnya. Ini bukan berarti bahwa nilai dasar Pancasila dapat diubah dengan nilai dasar yang lain yang sama artinya dengan meniadakan Pancasila atau meniadakan identitas atau jati diri bangsa Indonesia.
Dalam kedudukannya sebagai dasar Negara, Pancasila harus dijadikan jiwa (volkgeits) bangsa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terutama dalam pengembangan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka.
E. Dimensi Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
Sebuah ideologi dapat bertahan dalam menghadapi perubahan dan tantangan dalam masyarakat apabila ideologi itu mempunyai 3 dimensi, yaitu:
- Dimensi Realita yaitu kemampuan sebuah ideologi mencerminkan realita yang hidup di masyarakat di mana ia lahir atau kenyataan saat awal kelahirannya.
- Dimensi Idealisme yaitu kemampuan sebuah ideologi untuk dapat memberikan harapan-harapan kepada masyarakatnya untuk mewujudkan masa depan yang cerah melalui pembangunan.
- Dimensi Fleksibelitas yaitu kemampuan suatu ideologi dalam mempengaruhi sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan mesyarakatnya dengan menemukan tafsiran-tafsiran sesuai dengan kenyataan baru yang muncul dihadapannya.
F. Batasan-Batasan Keterbukaan Ideologi Pancasila
Batasan-batasan tertentu dalam Ideologi Pancasila agar informasi, pendapat, dan budaya yang datang nya dari luar bisa diterima dengan ketentuan yang berlaku. Keterbukaan ideologi Pancasila ada batas-batasannya yang tidak boleh dilanggar, yaitu sebagai berikut:
- Stabilitas nasional yang dinamis
- Larangan terhadap ideologi marxisme, leninisme, dan komunisme
- Mencegah berkembangnya paham liberal
- Larangan terhadap pandangan ekstrim yang menggelisahkan masyarakat
- Penciptaan norma yang baru harus melalui konsensus
G. Perbandingan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lain
- Ideologi Pancasila
Sebagaimana yang dikemukakan oleh Alfian (BP7 Pusat, 1991), Pancasila telah memenuhi syarat sebagai ideologi terbuka khususnya di Negara Republik Indonesia. Sebagai ideologi terbuka Pancasila memberikan orientasi ke depan, mengharuskan bangsanya untuk selalu menyadari situasi kehudupan yang sedang dan akan dihadapinya, terutama menghadapi globalisasi dan era keterbukaan dunia dalam segala bidang. Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki dimensi-dimensi idealitas, normatif, dan realitas.
- Liberalisme
Jika dibandingkan dengan ideologi Pancasila yang secara khusus norma-normanya terdapat di dalam Undang-Undang Dasar 1945, maka dapat dikatakan bahwa hal-hal yang terdapat di dalam Libaralisme terdapat di dalam pasal-pasal UUD 1945, tetapi Pancasila menolak liberalisme sebagai ideologi yang bersifat absolutisasi dan determinisme. Liberalis merupakan paham yang memberikan penekanan kebebasan individu sehingga kesejahteraan bukan tanggung jawab negara.
- Komunisme
Komunisme sebagai anti kapitalisme menggunakan sistem sosialisme sebagai alat kekuasaan sebagai prinsip semua adalah milik rakyat dan dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat secara merata. Komunisme sangat membatasi demokrasi pada rakyatnya sehingga komunisme juga disebut anti liberalisme. Dalam komunisme perubahan sosial harus dimulai dari buruh, namun pengorganisasian buruh hanya dapat berhasil jika bernaung di bawah dominasi partai.
- Sosialisme
Sosilisme merupakan ideologi yang lebih mengedepankan persamaan atau pemerataan derajat antara masyarakatnya. Ideologi sosialmisme berpandangan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri-sendiri. Kerja sama atau gotong royong akan membuat kehidupan dalam bermasyarakat akan menjadi lebih baik. Sosialisme mencita-citakan sebuah masyarakat yang didalamnya semua orang hidup dan dapat bekerja sama dalam kebebasan dan solidaritas dengan hak-hak yang sama. Tujuannya ialah mengorganisir buruh dan menjamin pembagian merata hasil-hasil yang dicapai, memberikan ketentraman dan kesempatan bagi semua orang.
Comments
Post a Comment