-Keterampilan berpikir kritis-
Mengapa kita perlu belajar berpikir kritis?Hidup di negara demokratis seperti Indonesia adalah sebuah berkah karena kita bebas untiuk berbicara, berpendapat, dan menyebarkan atau mencari informasi. Tapi, berkah tersebut bisa juga menjadi bencana kalau tidak pandai dan bijak dalam menerima informasi mana informasi yang bisa dipercaya ataupun tidak. Lebih buruk lagi salah ketika mengambil suatu keputusan penting.
Nah, berpikir kritis akan menjadi perisai dalam menerima informasi yang menyesatkan dan menjadi "pegangan" dalam mengambil keputusan.
Arti berpikir kritis yang sebenarnya adalah orang yang berpikir kritis secara sistematis, logis, dan objektif dalam menilai sesuatu atau dalam membuat keputusan , bukan orang yang suka mencari kelemahan sesuatu.
Beberapa contoh ciri-ciri orang yang berpikir kritis adalah: 1). Tidak mudah mempercayai sesuatu yang tidak jelas sumbernya, 2). Tidak mudah tersinggung ketika di kritik, dan 3). Selalu menimbang sisi baik dan sisi buruk sebelum memutuskan sesuatu.
Berpikir kritis adalah suatu bentuk keterampilan berpikir, bukan hanya orang pintar yang mampu berpikir kritis tetapi orang yang terus berlatih dan membiasakan diri untuk berpikir kritis.
-Melindungi diri dengan logika-
Langkah-langkah yang harus dilakukan saat menerima informasi sebelum menanggapinya, contoh:Sistem 1: Otak bepikir instan, dangkal, dan emoasional, dan
Sistem 2: Otak berpikir mendalam, sistematis, dan perlahan. Saat melakukan cara berpikir dengan sistem 2 maka otak kita berusaha ekstra untuk menyerap dan menilai informasi secara rasional.
Kebiasaan yang dapat memperkuat sistem 2 adalah sering bertanya sehingga kita dapat menyikapi dan menanggapinya secara kritis.
*Pertama, apakah sudah paham arti kata atau definisi setiap kata dari informasi yang diterima, bisa jadi suatu kata berbeda makna. Misal dalam suatu twit: Mereka yang punya gagasan politik di kedua kubu pasti sebal dengan bully dan hoax.Di tengah noise siapa yang dengar suara mereka?
Agar dapat memahami maksudnya, Pertama, yemukan kata kunci dalam twit tersebut, seperti "mereka", kedua kubu", "bully", "hoax", dan "noise". Kedua, pastikan bahwa pemahaman kita dan penulis twit sudah sama dengan cara "apa yang dia maksud?". Setelah itu barulah kita dapat memahami maksudnya secara benar juga memahami kata-kata yang ambigu (satu kata memiliki banyak makna).
*Kedua, Apa konteks di balik informasi yang di terima?
Jikalau definisi berhubungan dengan arti kata maka konteks berhubungan dengan latar belakang sebuah informasi.
-Jenis argumen dan penalaran untuk melatih logika-
Argumen adalah serangkaian kalimat yang bersifat persuasif atau bertujuan mengubah pandangan orang terhadap suatu hal, misal: dari pilihan A ke pilihan B, dari yang awalnya tidak yakin menjadi yakin.Syarat-syarat argumen:
* Kalimat 1 menjadi kesimpulan
* Kalimat 2-4 menjadi premis. Oleh karena itu opini tanpa premis belum tentu bisa di sebut sebagai argumen.
Ciri lain dari pernyataan yang bukan argumen adalah jika pernyataan tersebut tidak dapat diperdebatkan, misal:
1). Fakta
2). Deskripsi, dan
3). Penjelasan
Proses penarikan kesimpulan dari premis-premis adalah penalaran. Disini akan mempelajari dua jenis penalaran, yaitu penalaran deduktif dan penalaran induktif.
Dalam penalaran deduktif, jika semua premis benar, maka kesimpulan yang diambil juga pasti benar.Contoh: Semua murid yang mendapat nilai di bawah 60 harus mengukuti remedial.
Nilai Ridwan: 45, Santoso: 50, dan Irma 58. Kesimpulannya, Ridwan, Santoso, dan Irma harus mengikuti remedial.
Sedangkan, dalam penalaran induktif walaupun premis-premis yang dimiliki sesuai fakta kesimpulannya belum tentu benar. Contoh: Dinda sekolah di SMA 1001, ia pandai matematika. Satria sekolah di SMA 1001, ia pandai matematika, dan Wawan sekolah di SMA 1001, ia juga pandai matematika. Kesimpulannya, anak-anak yang bersekolah di SMA 1001 pandai matematika. Tetapi, kesimpulan ini belum tentu benar walaupun sesuai fakta.
-Generalisasi-
Contoh maksud generalisasi adalah menyimpulkan tentang suatu kelompok berdasarkan tentang sebagian anggotanya, maka kita telah melakukan generalisasiKesimpulan yang di dapat dari generalisasi hanya dapat berupa dugaan, bukan pernyataan yang mutlak benar.
Cara membuat generalisasi yang baik:
1). Gunakan lebih dari satu contoh
2). Gunakan contoh yang benar-benar mewakili keseluruhan kelompok
3). Waspadai informasi yang tersembunyi
4). Uji generalisasi dengan contoh yang berlawanan
-Analogi-
Analogi adalah penggunaan contoh yang memiliki kemiripan, contoh "seperti", "bagaikan", "ibarat", kemungkinan argumen tersebut menggunakan analogi.Langkah-langkah membuat analogi:
1). Contoh yang digunakan harus sesuia fakta
2). Contoh punya cukup banyak kemiripan dengan topik
Inilah dua langkah sebelum membuat atau memeriksa sebuah analogi.
Comments
Post a Comment